SEJARAH KRI BANDA ACEH
KRI Banda Aceh (593) adalah salah satu jenis kapal Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock
yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi
Maret 2011. Kapal ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344
personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di
hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank dengan luas LPD
125 meter persegi. Kapal Landing Platform Dock 125 meter kapal ke-4 ini
dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan
dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control
System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence
dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan
pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan
helikopter.
Kapal dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom).
Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi
memecah gelombang. Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan
dari ruang kontrol dan bisa langsung dari ruang mesin, serta dilengkapi
peralatan rumah sakit darurat dan bisa difungsikan untuk pertolongan
pertama. Kapal LPD 125 meter tersebut didesain untuk memenuhi tugas
operasi TNI AL, di antaranya untuk Landing Craft Carrier, yakni Landing Craft Unit 23 m, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle
13 unit, total embarkasi 507 personel termasuk troop carrier 354 troop,
kru, tamu, dan officer. Selain itu, operasi kemanusiaan dan
penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara
terus-menerus